Inilah Pesona Teluk Mayalibit Di Kepulauan Raja Ampat

Indonesia bagian Timur selalu menyimpan kejutan pesona alamnya. Salah satu pesona alam dari Indonesia Timur yang membuat takjub para wisatawan asli dalam negeri maupun wisatawan luar negeri adalah keindahan alamnya bagaikan mutiara alam tersembunyi yang siap untuk dijelajahi. Salah satu tempat yang menjadi mutiara tersembunyi di Indonesia Timur ada di Kepulauan Raja Ampat, di tempat tersebut banyak yang bisa dieksplore seperti Teluk Mayalibit. Anda bisa menemukan keunikan dari teluk ini dari struktur teluknya yang mengisolasi sejumlah air. Oleh karena itu dapat menjadikan pertukaran massa air tidak bisa terjadi seperti biasanya.Kondisi lingkungan yang tertutup di teluk ini seperti danau air laut merupakan salah satu alasan yang bisa digunakan untuk melindungi teluk ini. Teluk Mayalibit diambil dari kata ma’ya dan juga libit, ma’ya merupakan orang-orang yang melakukan migrasi ke daerah ini, kemudia jika libit berarti teluk.

Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa di Teluk Mayalibit ini memiliki potensi perikanan yaitu penghasil udang, ebi, teripang, dan juga ikan lema yang patut diperhitungkan. 230 jenis ikan juga hidup di Teluk ini setelah sebelumnya ada yang melakukan penelitian di teluk yang bernama unik ini. Selain memiliki pesona bawah laut berupa banyaknya jenis ikan di teluk ini, ada juga pesona alam yang terhampar di Teluk Mayalibit ini, yaitu pohon Mangrove yang memiliki sekitar 27 jenis dan menariknya pohon tersebut masih lestari sampai hari ini. Jika anda ke Teluk ini, maka anda akan menemukan  beberapa kampung di teluk ini yang memiliki potensinya masing-masing, seperti di kampung Lopintol dan Warsambin yang menjadi kampung penghasil lema. Kemudian ada juga kampung Waifoi yang menjadi kampung penghasil teripang. Ada juga Kampung Arway dan Beo yang menjadi penghasil udang ebi untuk diolah jadi terasi. Selain yang telah disebutkan tadi, ada beberapa kampung lainnya yang menghasilkan udang lobster. Teluk ini juga dekat dengan tempat wisata di Raja Ampat.

Pada Teluk Mayalibit ini para masyarakat disana sangat menjaga kelestarian lingkungannya. Jika anda berkunjung ke kampung lopintol, maka anda bisa melihat para nelayan disana menangkap ikan lemat dengan balohe ikan lema. Nelayan menggunakan sebuah perahu dayung yang dilengkapi dengan lampu petromak serta serok yang digunakan untuk menangkap ikan lema. Ada cara yang dilakukan nelayan setempat untuk menangkap ikan seperti ikan lema. Warga menangkap ikan lema ketika musim lema, yaitu saat bulan gelap karena ikan lema hanya mau naik ketika bulan gelap. Kemudian ketika bulan gelap telah muncul, maka nelayan setempat berbondong-berbondong ke laut balobe. Para nelayan setempat akan mendayung ke tengah laut dan berputar-putar di sekitar lokasi berarus. Kemudian para nelayan yang telah bersiap membawa pulang ikan tersebut mendayung perahu hingga ikan lema naik ke permukaan laut, setelah itu maka nelayan akan menggiring sekumpulan ikan ke tempat yang bernama timba. Timba merupakan tempat ikan yang terbuat dari batu yang telah disusun dengan panjang sekitar 1 meter. Jika musim ikan lema telah tiba, maka nelayan setempat bisa mendapat 500 -1000 ikan lema.

Selain melihat para nelayan yang menangkap ikan, anda bisa juga melakukan penyelaman untuk melihat hamparan biota laut dari Teluk Mayalibit yang mempesona.Kemudian para wisatawan juga bisa menyapa para masyarakat yang ramah di teluk ini. Inilah Teluk Mayalibit dengan kekayaan laut yang begitu besar

Leave a Reply